jangan hanya puas dengan hasil sedikit tapi puaslah karena usaha anda yang banyak dan berhasil. ingat!!! hasil akhir dari usaha anda itu penting

25 Mei 2016

Konsep Jaringan Komputer

Perkemabangan teknologi yang pesat ini, terkait dengan teknologi-teknologi yang lainnya. Terutama untuk teknologi dari jenis personal computer (PC) hingga super computer terus mengalami perkembangan, sehingga meningkatkan kapasitas dan pengolahan data. Penggabungan antara teknologi komputer dan komunikasi berpengaruh sekali terhadap bentuk organisasi sistem komputer. Model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi telah diganti oleh sekumpulan komputer yang berjumlah banyak dan terpisah tetapi masih saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem ini disebut sebagai jaringan komputer (Computer Network). Jaringan komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu jaringan bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Dengan kata lain, jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk dan sebagainya. Selain itu, jaringan komputer bisa diartikan sebagai sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web). Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya. Kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan. 

Tujuan Membangun Jaringan Komputer adalah membawa informas secara tepat dan tanpa adanay kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju ke sisi penerima (receiver) melalui media komunikasi. Dalam membangun jaringan komputer memang tidak semudah tujuannya. 
Ada beberapa hal yang masih dirasa menjadi kendala. Kendala-kendala itu antara lain sebagai berikut: 
Masih mahalnya fasilitas komunikasi yang tersedia dan bagaimana memanfaatkan jaringan komunikasi yang ada secara efektif dan efisien.
Jalur transmisi yang digunakan tidak benar-benar bebas dari masalah gangguan.

SOAL PSIKOTES


Contoh soal psikotes
EPPS (Edward Personal Preference Schedule)
1.       A.      Saya suka menolong teman saya, bila mereka dalam kesulitan.
B.      Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja, sebaik mungkin.
2.       A.      Saya suka mengatakan pada orang-orang bagaimana mereka harus melakukan pekerjaan mereka.
B.      saya suka menjadi pusat perhatian dalam suatu kelompok.
3.       A.      Saya ingin barang-barang saya tersusun rapi dan tersusun rapi di atas meja kerja di dalam ruang kerja saya.
B.      saya suka jatuh cinta pada seseorang dari lawan jenis saya.
4.       A.      Saya ingin tidak tergantung dari orang lain dalam menentukan apa yang akan saya lakukan.
B.      Saya suka mengerjakan hal-hal yang baru dan lain.
5.       A.      Saya suka melakukan hal-hal yang dianggap orang lain tidak sesuai dengan adat kebiasaan.
B.      saya ingin bekerja tanpa diganggu.


Tes ketelitian
Telitilah dua pernyataan yang diberikan, jika sama maka isilah kotak disamping kanan soal dengan S dan jika tidak, isilah dengan T
No
Pernyataan 1
Pernyataan 2
JWB (S/T)
1
567770001
5677700001

2
19 Oktober 2059
19 Oktoberr 2059

3
MSGTKJHSDF
MSGTKJHSDF

4
Isflkj78NOIlksdf
Isflkj78NOILksdf

5
9900900099990
9900900099990


Tes Analog Verbal (Padanan Kata)
Cari kata dengan huruf kapital, padananya dengan 5 kata-kata di bawahnya.
1.       FIKTIF:FAKTA
a.       dagelan:sandiwara
b.       dongeng:peristiwa
c.        dugaan:rekaan
d.       data:estimasi
e.        rencana:projeksi
2.       POHON:BUAH
a.       Domba:daging
b.       Sapi:susu
c.        Telur:ayam
d.       Jentik:nyamuk
e.        Setam:sapit
3.       SENAPAN:BERBURU
a.       Kapal:berlabuh
b.       Kereta:langsir
c.        Pancing:ikan
d.       Perangkap:menangkap
e.        Parang:mengasah
4.       BATA:TANAH LIAT
a.       Batu:pasir
b.       Tembikar:keramik
c.        Bunga:buah
d.       Beton:semen
e.        Kertas:buku
5.       PANAS:API
a.       Hujan:awan
b.       Abu:arang
c.        Terang:matahari
d.       Hangat:listrik
e.        Dingin:beku
6.       METEOROLOGI:CUACA
a.       Astronomi:fisika
b.       Gerontologi:keturunan
c.        Pedagogik:sekolah
d.       Patologi:penyakit
e.        Antropologi:fosil
7.       LAPAR:NASI
a.       Haus:air
b.       Mual:obat
c.        Mengantuk:melamun
d.       Bosan:tidur
e.        Membaca:gambar
8.       KEPALA:HELM
a.       Sabut:kelapa
b.       Rumah:atap
c.        Jari:cincin
d.       Album:foto
e.        Kaki:kaus
9.       ES:AIR:::air:
a.       Mendidih
b.       Membeku
c.        Uap
d.       Cair
e.        Kabut
10.    BERAS:NASI GORENG:::kayu:
a.       Pasak
b.       Kursi tamu
c.        Gelondongan
d.       Papan
e.        Triplek







4 November 2012

Asal Mula Bahasa Samiyah

asal usul bahasa samiyah atau semit di nisbatkan kepada salah seorang anak nabi Nuh yaitu Sam. orang yang pertama kali memberikan istilah tersebut ialah Schlozer tahun 1781 ketika waktu itu ia mencari nama bagi bahasa orang Ibrani dan bangsa Arab.
Bahasa Samiyah ialah bahasa yang digunakan oleh bangsa-bangsa semit atau keluarga besar Sam.
tentang kawasan bangsa semit pada awal penyebarannya di kemukakan oleh beberapa teori yaitu:

  • teori afrika
teori ini dikemukakan oleh Theodor Noldeke. ia mengatakan "Keserumpunan Bangsa Semit dan Bangsa Hemit menunjukan bahwa kawasan asal bangsa semit adalah Arika" Bangsa Hemit adalah penduduk asli Afrika. teori ini mendasarkan pada kesamaan bentuk fisik dari kedua bangsa tersebut yaitu mereka sama-sama memiliki ukuran tulang betis yang kecil dan keduanya memiliki bentuk rambut yang keriting. tetapi Theodor mengakui bahwa teori ini masih sebatas hipotesa dan masih diperdebatkan oleh para ilmuan.

  • teori armenia
teori ini dikemukakan oleh serang peneliti dari Perancis yang bernama Renan. ia mengatakan bahwa bangsa Semit berasal dari kawasan Armenia. Ia mendasarkan teorinya pada isi Kitab perjanjian Lama (Bible). yaitu

  1. pasal tentang penciptaan alam semesta dalam perjanjian lama yang pada salah satu referensinya terdapat pada ayat 10 butir 22-24. namun setelah diteliti lebih dalam lagi ternyata bukan pada ayat tersebut, tetapi terdapat pada ayat 10 butir 30. pasal tersebut berbunyi: 
 ayat 10 butir 30 " Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar yaitu pegunungan di sebelah timur  (pegunungan Ararat di Armenia).

  • teori babilonia
teori ini dikemukakan oleh dua orang peneliti yang bernama Ignatius Guidi dan Frest Hummel. mereka mengatakan dalam tulisannya yang diterbitkan tahun 1879 " Kawasan asal bangsa semit adalah hilir sungai Eufrat yaitu lembah Daratan Irak (Babilonia). mereka mendasarkan teorinya ini dengan ditemukannya kesamaan sebagian besar nama-nama dan istilah dai Babilonia lebih dekat dengan Bahasa Akkadia.
teori ini dikemukakan oleh Esbiringer dkk. mereka mengatakan bahwa "Jazirah Arab merupakan kawasan asal bangsa semit".

15 Oktober 2012

Isytiqoq Figh Lughoh

Isytiqoq artinya mengambil bagian sesuatu. Isytiqoq dalam huruf berarti mengambil sebagian huruf dari huruf tersebut. Isytiqoq dalam definisi terminologi adalah mengambil sesuatu dari kata kata lain dengan melalui proses perubahan tetapi masih sesuai dengan makna. Definisi lain menyebutkan bahwa Isytiqoq adalah pengmbilan lafazh dari lafazh lain dengan syarat adanya kesesuaian makna, tarkib dan shighoh.
pembagian Isytiqoq terbagi ke dalam tiga macam yaitu:
  • Isytiqoq as-shagir
Isytiqoq as shagir ialah pengambilan lafazh dari lafazh lain dengan syarat adanya kesesuaian dalam makna, huruf asal dan susunannya. Contoh isytiqoq isim fail ضارب, isim maf'ul مضروب, dan fiil ضرب dari masdar ضربا . menurut pendapat ulama Basroh di ambil dari fiil ضرب, sedangkan menurut ulama Kufah berasal dari masdar ضربا.
Isytiqoq as-shagir terbagi ke dalam dua macam:
(1) Isytiqoq dari nama benda seperti الذهب  menjadi kata مذهب
(2) masdar sina'i yaitu kata yang ditambah dengan iya nisbat dan ta untuk mengungkapkan sauatu makna yang dihasilkan masdar. Namun bangsa Arab tidak banyak menggunakan model ini  kecuali dalam beberapa puluh kata saja.
  • Isytiqoqo Kabir
Isytiqoq al kabir ialah dua kata yang diantara kedua kata tersebut ada kesesuaian  dalam lafazh dan maknanya walaupun susunan hurufnya berbeda. Contoh حمد  dan مدح.
  • Isytiqoq al Akbar / Al Ibdal Al Lughowi
yaitu menempatkan suatu huruf pada tempat huruf lain dalam sebuah kata. seorang ahli bernama Wafi menjelaskan bahwa isytiqoq al akbar merupakan hubungan sebagian kumpulan tiga bunyi dengan sebagian makna berupa hubungan yang tidak terikat dengan bunyi itu sendiri tetapi didasarkan pada bentuknya yang umum dan susunannnya saja. Setiap kumpulan bunyi tersebut menunjukan makna yang berhubungna ketika bunyi tersebut tersusun sesuai dengan susunan asalnya baik bunyi tersebut tetap atau diganti dengan bunyi lain yang sesuai dengan bunyi tersebut dalam macamnya. Yang disebut bunyi yang sesuai dalam macamnya ialah bunyi yang berdekatan dalam tempat keluarnya bunyi itu atau sesuai dalam sifat-sifatnya. 

Hakikat Bahasa

a) Bahasa itu sistematik,
Sistematik artinya beraturan atau berpola. Bahasa memiliki sistem bunyi dan sistem makna yang beraturan. Dalam hal bunyi, tidak sembarangan bunyi bisa dipakai sebagai suatu simbol dari suatu rujukan (referent) dalam berbahasa. Bunyi mesti diatur sedemikian rupa sehingga terucapkan. Kata pnglln tidak mungkin muncul secara alamiah, karena tidak ada vokal di dalamnya. Kalimat Pagi ini Faris pergi ke kampus, bisa dimengarti karena polanya sitematis, tetapi kalau diubah menjadi Pagi pergi ini kampus ke Faris tidak bisa dimengarti karena melanggar sistem. Bukti lain, dalam struktur morfologis bahasa Indonesia, prefiks me- bisa berkombinasi dengan dengan sufiks –kan dan –i seperti pada kata membetulkan dan menangisi. Akan tetapi tidak bisa berkombinasi dengan ter-. Tidak bisa dibentuk kata mentertawa, yang ada adalah mentertawakan atau tertawa. Mengapa demikian ? Karena bahasa itu beraturan dan berpola.

b) Bahasa itu manasuka (Arbitrer)
 Manasuka atau arbiter adalah acak , bisa muncul tanpa alasan. Kata-kata (sebagai simbol) dalam bahasa bisa muncul tanpa hubungan logis dengan yang disimbolkannya. Mengapa makanan khas yang berasal dari Garut itu disebut dodol bukan dedel atau dudul ? Mengapa binatang panjang kecil berlendir itu kita sebut cacing ? Mengapa tumbuhan kecil itu disebut rumput, tetapi mengapa dalam bahasa Sunda disebut jukut, lalu dalam bahasa Jawa dinamai suket ? Tidak adanya alasan kuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas atau yang sejenis dengan pertanyaan tersebut.
Bukti-bukti di atas menjadi bukti bahwa bahasa memiliki sifat arbitrer, mana suka, atau acak semaunya. Pemilihan bunyi dan kata dalam hal ini benar-benar sangat bergantung pada konvensi atau kesepakatan pemakai bahasanya. Orang Sunda menamai suatu jenis buah dengan sebutan cau, itu terserah komunitas orang Sunda, biarlah orang Jawa menamakannya gedang, atau orang Betawi menyebutnya pisang.
Ada memang kata-kata tertentu yang bisa dihubungkan secara logis dengan benda yang dirujuknya seperti kata berkokok untuk bunyi ayam, menggelegar untuk menamai bunyi halilintar, atau mencicit untuk bunyi tikus. Akan tetapi, fenomena seperti itu hanya sebagtian kecil dari keselurahan kosakata dalam suatu bahasa.

c) Bahasa itu vokal
Vokal dalam hal ini berarti bunyi. Bahasa mewujud dalam bentuk bunyi. Kemajuan teknologi dan perkembangan kecerdasan manusia memang telah melahirkan bahasa dalam wujud tulis, tetapi sistem tulis tidak bisa menggantikan ciri bunyi dalam bahasa. Sistem penulisan hanyalah alat untuk menggambarkan arti di atas kertas, atau media keras lain. Lebih jauh lagi, tulisan berfungsi sebagai pelestari ujaran. Lebih jauh lagi dari itu, tulisan menjadi pelestari kebudayaan manusia. Kebudayaan manusia purba dan manusia terdahulu lainnya bisa kita prediksi karena mereka meninggalkan sesuatu untuk dipelajari. Sesuatu itu antara lain berbentuk tulisan.
Realitas yang menunjukkan bahwa bahwa bahasa itu vokal mengakibatkan telaah tentang bahasa (linguistik) memiliki cabang kajian telaah bunyi yang disebut dengan istilah fonetik dan fonologi.

d) Bahasa itu simbol
 Simbol adalah lambang sesuatu, bahasa juga adalah lambang sesuatu. Titik-titik air yang jatuh dari langit diberi simbol dengan bahasa dengan bunyi tertentu. Bunyi tersebut jika ditulis adalah hujan. Hujan adalah simbol linguistik yang bisa disebut kata untuk melambangkan titik-titik air yang jatuh dari langit itu. Simbol bisa berupa bunyi, tetapi bisa berupa goresan tinta berupa gambar di atas kertas. Gambar adalah bentuk lain dari simbol. Potensi yang begitu tinggi yang dimiliki bahasa untuk menyimbolkan sesuatu menjadikannya alat yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Tidak terbayangkan bagaimana jadinya jika manusia tidak memiliki bahasa, betapa sulit mengingat dan menkomunikasikan sesuatu kepada orang lain.

e) Bahasa itu mengacu pada dirinya
Sesuatu disebut bahasa jika ia mampu dipakai untuk menganalisis bahasa itu sendiri. Binatang mempunyai bunyi-bunyi sendiri ketika bersama dengan sesamanya, tetapi bunyi-bunyi yang meraka gunakan tidak bisa digunakan untuk membelajari bunyi mereka sendiri. Berbeda dengan halnya bunyi-bunyi yang digunakan oleh manusia ketika berkomunikasi. Bunyi-bunyi yang digunakan manusia bisa digunakan untuk menganalisis bunyi itu sendiri. Dalam istilah linguistik, kondisi seperti itu disebut dengan metalaguage, yaitu bahasa bisa dipakai untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Linguistik menggunakan bahasa untuk menelaah bahasa secara ilmiah.

f) Bahasa itu manusiawi
Bahasa itu manusiawi dalam arti bahwa bahwa itu adalah kekayaan yang hanya dimiliki umat manusia. Manusialah yang berbahasa sedangkan hewan dan tumbuhan tidak. Para hali biologi telah membuktikan bahwa berdasarkan sejarah evolusi, sistem komunikasi binatang berbeda dengan sistem komunikasi manusia, sistem komunikasi binatang tidak mengenal ciri bahaya manusia sebagai sistem bunyi dan makna. Perbedaan itu kemudian menjadi pembenaran menamai manusia sebagai homo loquens atau binatang yang mempunyai kemampuan berbahasa. Karena sistem bunyi yang digunakan dalam bahasa manusia itu berpola makan manusia pun disebut homo grammaticus, atau hewan yang bertata bahasa.

g) Bahasa itu komunikasi
Fungsi terpenting dan paling terasa dari bahasa adalah bahasa sebagai alat komunikasi dan interakasi. Bahasa berfungsi sebagai alat memperaret antar manusia dalam komunitasnya, dari komunitas kecil seperti keluarga, sampai komunitas besar seperti negara. Tanpa bahasa tidak mungkin terjadi interaksi harmonis antar manusia, tidak terbayangkan bagaimana bentuk kegiatan sosial antar manusia tanpa bahasa. Komunikasi mencakup makna mengungkapkan dan menerima pesan, caranya bisa dengan berbicara, mendengar, menulis, atau membaca. Komunikasi itu bisa beralangsung dua arah, bisa pula searah. Komunikasi tidak hanya berlangsung antar manusia yang hidup pada satu jaman, komunikasi itu bisa dilakukan antar manusia yang hidup pada jaman yang berbeda, tentu saja meskipun hanya satu arah. Nabi Muhammad SAW telah meninggal pada masa silam, tetapi ajaran-ajarannya telah berhasil dikomunikasikan kepada umat manusia pada masa sekarang. Melalui buku, para pemikir sekarang bisa mengkomunikasikan pikirannya kepada para penerusnya yang akan lahir di masa datang. Itulah bukti bahwa bahasa menjadi jembatan komunikasi antar manusia.

Pengertian bahasa sangat bergantung pada dari sisi apa kita melihat bahasa. Dalam pengertian umum bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat arbitrer dan alat komunikasi .

Tata Surya Kita

Sistem Tata Surya

Surya adalah kata lain dari Matahari. Tata Surya berarti adalah adanya suatu organisasi yang teratur pada matahari itu. Seperti kita ketahui matahari kita ini dikelilingi oleh planet – planet, antara lain adalah Merkurius, Venus, Bumi, Bulan, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Planet – planet juga dikitari oleh benda lain yaitu satelit.
Merkurius dan Venus disebut planet dalam, sedangkan Mars, Yupiter dan Saturnus yang berada diluar garis edar Matahari disebut planet luar. Disamping planet dan sateelit, benda angkasa lain yang juga beredar mengelilingi matahari adalah komet – komet, meteor – meteor debu dan gas antar planet. Suatu sistem dimana benda – benda langit beredar mengelilingi matahari sebagai pusat disebut sistem Tata Surya.

Teori Terbentuknya Tata Surya

a. Hipotesis Nebular
Hipotesis ini dikemukakan pertama kali oleh Laplace pada tahun 1796. Ia yakin bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas. Pada proses kondensasi tersebut ada sebagian yang terpisah dan merupakan cincin yang mengelilingi pusat. Pusatnya tersebut menjadi sebuah bintang atau matahari. Bagian yang mengelilingi pusat itu dengan cara yang sama berkondensasi membentuk suatu formula yang serupa dengan terbentuknya matahari tadi. Setelah mendinginkan benda – benda ini akan menjadi planet – planet seperti bumi dengan benda – benda yang mengelilingi berupa satelit atau bulan. Dapat di bayangkan bahwa berdasarkan teori ini, planet saturnus yang dikelilingi oleh cincin saturnus itulah merupakan bekal satelitnya. Salah satu dari keberatan hipotesis ini adalah ditemukannya dua buah bulan pada yupiter dan sebuah bulan disaturnus yang berputar berlawanan arah dengan rotasi – rotasi tersebut. Hal ini menunjukan bahwa satelit tersebut bukan merupakan bagian dari planetnya sesuai dengan hipotesis Laplace.

b. Hipotesis Planettesimal
Dikemukakan pertama kali oleh Chamberlin dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dati pemokiran yang sama dengan teori Nebular yaitu bahwa sistem tata surya ini terbentuk dari kabut gas yang sangat besar yang berkondensasi. Perbedaannya adalah terletak pada asumsi bahwa terbentuknya planet – planet itu tidak harus dari satu badan tetapi diasumsikan ada bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang dimana tata surya kita merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah benda – benda yang disebut planettesimal. Planettesimal merupakan benda – benda kecil yang padat. Karena daya tarik menarik antar benda itu sendiri, benda – benda kecil tersebut akan bergumpal menjadi besar dan menjadi panas. Hal ini disebabkan oleh tekanan akibat akumulasi dari masanya.

c. Teori Tidal
Teori ini diungkapkan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Yupiter pada tahun 1919. Menurut teori ini planet itu merupakan percikan dari matahari yaitu seperti percikan matahari yang sampai kini masih nampak ada. Percikan tersebut dinamakan “ Tidal”. Tidal yang besar kemudian akan menjadi planet, itu disebabkan karena adanya dua buah matahari yang bergerak saling mendekat.
Peristiwa ini tentu jarang sekali terjadi namun bila ada dua buah bintang yang bergerak mendekat satu dengan yang lain maka akan terbentuklah planet – planet baru seperti teori tersebut. Usaha para ilmuwan itu hanyalah sekedar menguji hipotesis.

Sejarah Fiqh Lughoh


Lahirnya Fiqh Al-Lughah

Nama fiqhu al-lughah sudah ada pada zaman dahulu, pembahasannya belum sempurna sebagaimana yang ada sekarang ini. Penamaan fiqhu al-lughah di mulai atas penamaan kitabnya abu mansur abdul malik bin muhammad ats-tsa’aalaby yang wafat pada tahun 429 H, yang bernama fiqhu al-lughah. Namun nama ini tidaklah sesuai dengan isinya dimana kesemuanya itu membahas tentang bahasa serta yang berkaitan dengannya. Namun, hanya sebuah pembahasan saja didalamnya yang berkaitan dengan judul bukunya yaitu hanya terdapat pada bab terahir yang berjudul sirrul a’rabiyah. Kitab Ibnu Faris dan Tsa’labi dalam analisisnya sesuai dengan masalah kata-kata Arab. Maka objek fiqhullughah menurut mereka berdua adalah identifikasi kata-kata Arab dan makna-maknanya, klasifikasi katakata ini dalam topik-topik, dan kajian-kajian yang berkaitan dengan hal itu. Di samping itu, kitab Ibnu Faris mencakup seperangkat masalah teoretis sekitar bahasa. Di antara masalah yang paling menonjol adalah masalah lahirnya bahasa. Apabila para ulama telah berbeda pendapat tentang hal itu, lalu sebagian mereka melihatnya sebagai suatu istilah atau konvensi sosial, maka Ibnu Faris menolak pendapat ini dan ia menganggapnya sebagai tauqif, yaitu sebagai wahyu yang diturunkan dari langit.

Objek bahasa dan objek keterkaitan bahasa dengan wahyu tidak termasuk dalam kerangka masalah-masalah linguistik modern karena tidak mungkin dikaji dua objek dengan kriteria-kriteria ilmiah yang akurat. Juga, kitab Tsa’labi mencakup bagian kedua, yaitu sirrul ‘Arabiyyah. Dalam bagian kedua Tsa’labi telah mengkaji sejumlah topik yang berkaitan dengan bangun kalimat bahasa Arab. Akan tetapi kedua pengarang itu bersepakat bahwa fiqhullughah adalah mengkaji makna kata-kata dan mengklasifikasikannya ke dalam topik-topik. Ahmad bin Faris membatasi maksud fiqhullufhah dalam mukaddimah bukunya yang tersebut tadi. Lalu dia mengatakan bahwa ilmu bahasa Arab terbagi atas dua bagian: asal (pokok) dan far’i (cabang). Adapun Far’i adalah pengetahuan tentang isim dan sifat. Dan inilah yang dimulai ketika belajar. Adapun asal (pokok) adalah pembicaraan tentang topik, prioritas, dan sumber bahasa kemudian tentang tulisan Arab dalam dialog dan variasi seninya, baik secara hakiki maupun majazi.

Fiqh lughah klasik dan modern
Para ahli bahasa membatasi kajian fiqh lughah pada kajian bahasa yang tidak bergantung pada kaidah. Setelah islam muncul, barulah sempurna semua ilmu bahasa di kalangan bangsa arab. Fiqh al-lughah sendiri belum seperti penamaannya sekarang ini, dahulu fiqh-lughah di sebut dengan “Sunan al-Arabiy fi Kalamiha”. Dengan alasan di atas kita bisa berkata bahwa fiqh al-lughah klasik itu baru berbentuk wacana dan belum mendapatkan kejelasan, sebab orang –orang pada zaman lalu mendapatkan pengetahuan hanya berupa berita yang dibicarakan dari telinga ke telinga. Dalam buku yang lain dijelaskan, Fiqh lughah klasik masih membicarakan persoalan asal mula bahasa, apakah ia pemberian tuhan atau adalah sebuah proses. Menurut ibnu Faris (wafat 385 H), berkata bahwa bahasa arab itu adalah pemberian langsung dari tuhan, berdasarkan pada dalil surah al-Baqarah ayat 31 Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”. Sedangkan pada sekarang ini (fiqh al-lughah modern) meneliti agar dapat mengetahui sumber bahasa, sejarah yang menyangkut aspek budaya, kajian bahasa dan hal inilah yang mencegah orang melakukan penyimpangan suatu ilmu dalam bahasa arab dan suatu makna dengan makna aslinya.

Ada yang mengatakan fiqh al-lughah itu matan atau ensiklopedi sebab didalamnya membicarakan atau membahas tentang bahasa-bahasa serumpun (samiyah) dengan bahasa arab. Perbedaan – perbedaan dialek mereka, bunyi – bunyi pengucapan bahasa. Objek kajian fiqh al-Lughah seperti ini disebut dengan fiqh al-lughah (muqarran) komparatif atau sederhananya adalah metode perbandingan bahasa. Adanya perbedaan penelitian dalam fiqh al-lughah disebabkan oleh pengetahuan tentang mufradat bahasa arab. Jumlahnya, cara bacanya, penulisan dan penyebutannya. Hal ini menimbulkan 3 pecahan pembahasan fiqh al-lughah:
- Pertama yang meneliti tentang sejarah: memfokuskan atau menggali asal – usul bahasa yang pertama. Perbedaan satu bahasa dengan bahasa yang lain. - Yang kedua ilmu south (bunyi) menggali serta mencari informasi dialek serta bahasa dan pengucapannya, serta perkembangan dan perubahan bunyi bahasa. - Yang ketiga ilmu dalalah memfokuskan kajiannya pada perkembangan lafadz-lafadaz bahasa, manfaatnya serta kandungan yang terdapat di balik sebuah makna.